Breaking News:

Dugaan Kejahatan Dimas Kanjeng

Dimas Kanjeng Dibidik Pasal Pencucian Uang, Polda Jatim Periksa 40 Saksi

Polisi sebenarnya memanggil 70 orang, tapi yang baru menghadiri undangan sebanyak 40 orang.

KOMPAS.COM/ACHMAD FASIAL
Taat Pribadi dibawa ke ruang pemeriksaan Mapolda Jatim, di Surabaya, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi adalah pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Kabupaten Probolinggo, yang diduga terlibat penipuan puluhan miliar rupiah dan kasus pembunuhan dua bekas santrinya. 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA - Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari Kabupaten Probolinggo, Jatim, sudah menjadi tersangka kasus pembunuhan dan penipuan.

Ia juga berpotensi tersangka tindak pidana pencucian uang.

Dalam penyelidikan kasus terbaru, penyidik Polda Jawa Timur bakal menguak muasal uang triliunan rupiah yang diterima Dimas Kanjeng, termasuk mengalir ke siapa saja.

Pascapenangkapannya di Dusun Sumber Cengkele, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, polisi menyita banyak aset Dimas Kanjeng.

Aset itu diduga dibeli dan diperoleh dari hasil menipu para pengikutnya.

Barang-barang yang disita di antaranya bengkel, supermarket, gudang, beberapa sertifikat sawah, dan rumah di area padepokan yang lahannya sekitar 6 hektare.

"Itu yang tengah ditelusuri penyidik dari mana uang untuk membeli barang bukti yang disita itu," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono, Kamis (17/11/2016), di Surabaya.

Menurut dia, bila harta itu diakui peninggalan orang tua, Dimas Kanjeng harus bisa membuktikannya.

Tentunya tidak cukup dengan omongan saja.

"Misalnya soal tanah, kan ada asal usulnya di desa," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved