Desain Bangunan Milik Pemenang Sayembara Belum Tentu Dipakai secara Keseluruhan

Artinya, Pemkot Surakarta boleh memakai sebagian maupun seluruh desain, bahkan menggabungkan antara desain satu dengan yang lain.

TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO
Gedung Wayang Orang Sriwedari di Kompleks Taman Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rancangan bangunan karya pemenang sayembara desain belum tentu menjadi dasar Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam menyusun Detail Engineering Design (DED).

Hal tersebut disampaikan Kabid Perencanaan Ruang Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Nunung Setyo Nugroho, Minggu, (27/11/2016).

Seluruh desain yang diterima panitia telah menjadi hak pemkot.

Artinya, Pemkot Surakarta boleh memakai sebagian maupun seluruh desain, bahkan menggabungkan antara desain satu dengan yang lain.

"Itu sudah menjadi hak pemkot, mau dipakai atau tidak terserah pemkot," kata Nunung.

Nantinya desain-desain tersebut akan diserahkan kepada wali kota sebagai bahan pertimbangan.

Adapun desain yang dilombakan adalah masjid kota, Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, dan convention center.

Saat ini proses penjurian tengah berlangsung hingga Rabu (30/11/2016).

Pemenang sayembara akan diumumkan pada Jumat (2/12/2016).

Juri utama sayembara desain adalah Ir Bambang Eryudhawan dan Ir Indro Sulistyanto, MT, dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta akademisi Dr Titis Srimuda Pitana, ST, M TropArch.

Juri untuk GWO Sriwedari dan masjid kota ialah KGPH Dipokusumo sebagai budayawan.

KH Dian Nafi sebagai tokoh agama Kota Solo juga turut menjadi juri desain masjid kota.

Kemudian juri dari pelaku usaha, Ir David R Wijaya dan Ir Paulus Mintarga akan menilai desain untuk convention center.

Dari latar belakang seniman, Eko Supriyanto akan memberi penilaian pada desain GWO Sriwedari. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved