Selter Sriwedari Sepi, Paguyuban Pedagang Usulkan Saran pada Pemerintah Kota Solo

Kabar yang beredar, pedagang yang menganggurkan selternya selama tiga bulan akan ditarik kepemilikannya oleh Pemkot Solo tanpa pemberitahuan.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Tampak sepi PKL selter Sriwedari, Solo, Jumat (2/12/2016) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) selter Sriwedari yang tampak tak penuh terisi pada  Jumat (2/12/2016) siang.

Seperti yang disampaikan oleh PKL wedangan di City Walk depan RS Slamet Riyadi DKT Solo, Sri Suwarni.

"Tempat (selter, Red) bagus tapi sepi pembeli," ungkapnya saat ditemui wartawan Jumat siang.

Sri menjelaskan, berjualan di samping Toko Buku Toga Mas sehari  mendapat penghasilan kotor Rp 100 ribu berbeda dengan di selter Sriwedari hanya Rp 30 ribu.

Hal tersebut membuat PKL memilih berjualan kembali di jalanan, mengingat kondisi selter sepi didatangi oleh pembeli.

Adapun seperti yang telah diberitakan, Pemkot Solo melalui Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Surakarta, Subagyo, akan menindak lanjuti pedagang yang masih berjualan di jalan dan tidak menempati selter yang sudah disediakan.

Kabar yang beredar, pedagang yang menganggurkan selternya selama tiga bulan akan ditarik kepemilikannya oleh Pemkot Solo tanpa pemberitahuan.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Paguyuban PKL selter Sriwedari, Guyeng Hartawan alias Wawan, menerangkan, sudah melakukan rapat internal dengan para PKL.

"Kami (PKL selter Sriwedari, Red) sudah berkomitmen besok Senin (5/12/2016) akan berjualan 60-70 persen jumlah pedagang dari 58 PKL selter," kata Wawan.

Dikatakan Wawan, hal itu sebagai cara agar Pemkot Solo juga mengetahui kondisi selter yang memang sepi.

Wawan berharap Pemkot Solo hadir dan melihat kondisi selter setelah ditempati PKL.

"Saya berharap pihak Pemkot Solo tidak hanya melihat kondisi selter yang terkesan tidak ditempati," imbuh Wawan.

"Padahal memang kondisinya sepi pembeli dan PKL memilih berjualan di tempat lama seperti jalanan," tambahnya.

Selain itu, terang Wawan, PKL menginginkan adanya event atau acara-acara yang diadkan di kawasan selter agar ramai menarik masyarakat.

"Untuk membuat acara, tempat yang masih tergenang air ini juga harus dibenahi dahulu agar pantas digunakan untuk acara," harap Wawan.

Besok Senin (5/12/2016), para PKL juga berkomitmen untuk melangsungkan iuran seribu rupiah untuk keperluan membayar uang kebersihan, listrik, dan lainnya.

"Segala upaya juga dilakukan oleh PKL, kurang apalagi, mohon Pemkot Solo untuk dapat bekerja sama juga," tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved