Bupati Klaten Ditangkap KPK
Dengar Kabar Bupati Klaten Ditangkap KPK, Wali Kota Solo Usul ke DPP PDIP Agar Pecat Sri Hartini
"Karena ini mencoreng nama PDI-P, apalagi dia perempuan," kata Wali Kota Solo. Hadi Rudyatmo.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini, yang juga kader PDI-P.
Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo alias Tudy, mengaku kecewa.
Sri Hartini dan Rudy merupakan sesama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Kalau benar terbukti (melakukan korupsi), saya minta DPP (Dewan Pimpinan Pusat, Red) PDIP memecatnya," ujar Rudy saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/12/2016)
"Karena ini mencoreng nama PDI-P, apalagi dia perempuan," katanya menambahkan.
Rudy menilai, seharusnya Sri Hartini bangga dengan predikat sebagai pasangan kepala daerah wanita pertama di Indonesia.
Pasangan Sri Hartini dan wakilnya, Sri Mulyani, diusung oleh PDI-P dan Partai Nasdem.
"Kalau sudah tahu gajinya sedikit, harusnya tidak usah nyalon, memang niatnya harus melayani," ujar Rudy.
Adapun Sri Hartini adalah janda dari mantan Bupati Klaten, Haryanto Wibowo (almarhum).
Sebelum meninggal dunia, Haryanto, yang juga politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ditetapkan sebagai tersangka dua kasus dugaan korupsi.
Pertama, kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar.
Kedua, kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wali-kota-solo-fx-hadi-rudyatmo_20160419_211444.jpg)