Peneliti UNS Solo Ini Kembangkan Kampas Rem Kereta Api dari Limbah

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan kampas rem kereta api yang terbuat dari limbah.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ketua tim peneliti Dr Sayekti Wahyuningsih dan dekan FMIPA UNS, Ari Handono Ramelan saat menunjukkan kampas rem kereta api hasil inovasi UNS dari bahan organik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan kampas rem kereta api yang terbuat dari limbah.

Kampas ini berbahan komposit yang dibuat dari komponen organik dan anorganik yang semuanya diperoleh dari limbah dan bahan yang mudah diperoleh.

"Di antaranya Titanium, diperoleh dari limbah pengolahan timah di Bangka, besi diperoleh dari pasir di Kulonprogo dan untuk perekatnya digunakan getah mete atau asam semut jambu mete dari Wonogiri, " kata Ketua tim peneliti Dr Sayekti Wahyuningsih, Selasa (3/1/2017).

Inovasi kampas rem tersebut kandungan lokalnya mencapai 90 persen.

"Harganya lebih ekonomis dibanding bahan pabrikan sejenis yang sudah beredar di pasaran," tambahnya.

Kampas rem KA inovasi UNS siap diproduksi massal dengan rekanan PT Rem Komposit Indonesia.

Selain kelebihan kandungan lokal yang mencapai 90 persen, Sayekti mengemukakan jika secara performa maupun uji penggunaan,kampas rem tersebut sudah memenuhi standar nasional.

Seperti kampas produksi luar negeri, kampas berbahan lokal tersebut bisa bertahan sampai tiga bulan.

Hasil inovasi tersebut saat ini juga sedang diupayakan untuk menjalani berbagai uji koefisien friksi, uji performa dan lainnya untuk lebih meyakinkan jika kualitasnya tak kalah dengan yang impor.

"Kampas rem ini semuanya berbahan lokal yang mudah diperoleh di seluruh Indonesia."

"Selain bahan baku murah, ini juga bentuk kemandirian bangsa," katanya.

Sebab, lanjut Sayekti, meski kecil namun kampas rem KA ini barang konsumtif yang jumlah pemakaiannya cukup besar.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya KA yang dioperasikan di Indonesia.

Dengan memproduksi sendiri kampas rem KA, diharapkan bisa mengurangi impor. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved