Realisasi Pendapatan Pajak 2016 tak Penuhi Target Meski Sudah Ada 'Tax Amnesty'

Angka inilah yang masuk ke dalam kas negara dan mendorong penerimaan pajak non migas nasional.

Realisasi Pendapatan Pajak 2016 tak Penuhi Target Meski Sudah Ada 'Tax Amnesty'
Tribunnews.com/Immanuel Nicholas Manafe
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan sidak ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (28/9/2016). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Penerimaan negara dari program pengampunan pajak atau tax amnesty yang diharapkan belum mampu membantu mendorong penerimaan perpajakan memenuhi target APBN-P 2016.

Realisasi pendapatan negara berasal dari penerimaan perpajakan hanya Rp 1.283,6 triliun pada 2016, atau 83,4 persen dari target APBN-P 2016 yang mencapai Rp 1.539,2 triliun.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa tax amnesty cukup memiliki andil mendorong penerimaan pajak non-migas.

"Apabila tidak memasukkan tax amnesty, memang penerimaan pajak nonmigas negatif 4,9 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/1/2016).

Hingga 31 Desember 2016 lalu, uang tebusan program taxamnesty mencapai Rp 107 triliun.

Angka inilah yang masuk ke dalam kas negara dan mendorong penerimaan pajak non migas nasional.

Realisasi penerimaan perpajakan 2016 terdiri dari penerimaan pajak non migas Rp 1.069 triliun, atau 81, persen dari target Rp 1.318,9 triliun di APBN-P 2016.

Sementara itu, penerimaan PPh migas Rp 35,9 triliun, atau 98,8 persen dari target Rp 36,3 triliun di APBN-P 2016.

Adapun penerimaan negara dari sektor Bea dan Cukai mencapai Rp 178,7 triliun, atau Rp 97,2 persen dari target Rp 184 triliun di APBN-P 2016. (Kompas.com/Yoga Sukmana)

Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved