KPK Kejar Pelaku Korupsi Proyek E-KTP ke Singapura

Agus meyakini adanya tersangka selain dua mantan pejabat yang telah ditetapkan KPK.

KPK Kejar Pelaku Korupsi Proyek E-KTP ke Singapura
KOMPAS.COM/NABILLA TASHANDRA
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membidik pelaku kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan penyidik KPK sedang mengejar pelaku kasus tersebut di Singapura.

"Ada pelaku di sana, salah satu supplier," kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Agus berharap penyidik KPK membawa hasil yang signifikan dari Singapura.

"Jadi, (kasus) e-KTP ini masih berjalan terus," ungkap Agus.

"Penyidik kita ada yang bertugas ke luar (negeri) untuk e-KTP," katanya melanjutkan.

Agus meyakini adanya tersangka selain dua mantan pejabat yang telah ditetapkan KPK.

Pasalnya, jumlah kerugian negara yang mencapai Rp2,3 triliun tidak mungkin hanya digarap berdua.

"Ini mesti jaringan dan mesti orangnya banyak," kata Agus.

Tetapi, ia membantah KPK kesulitan dalam menangani kasus ini.

Apalagi sudah ada ratusan orang yang diperiksa untuk kasus ini.

"Bukan ada hambatan, tapi memang untuk menersangkakan seseorang kan harus ada dua alat bukti yang harus kuat, itu yang kita tunggu," ujarnya.

"Mudah-mudahan ada gelar perkara lagi, ya mudah-mudahan ada yang mempertanggungjawabkannya lagi," kata Agus menambahkan.

Diketahui, pada kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua tersangka. Kedua tersangka adalah Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Negara diduga menderita kerugian Rp 2 triliun akibat korupsi pengadaan e-KTP dari total nilai proyek Rp 6 triliun.(Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Editor: Bayu Ardi Isnanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved