Polisi Akan Usut Banyak Kasus Bendera Merah Putih yang Dicoret-coret

Nurul Fahmi kini menjadi tersangka akibat membawa bendera merah putih dicoret dengan tulisan Arab saat demo FPI di depan Mabes Polri.

Editor: Daryono
Repro/Kompas TV
Bendera Merah Putih yang dibubuhi tulisan huruf Arab dan gambar pedang dikibarkan massa ormas Front Pembela Islam (FPI) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Polisi janji mengusut kasus dugaan penghinaan bendera, selain kasus yang menjerat Nurul Fahmi (28).

Nurul Fahmi kini menjadi tersangka akibat membawa bendera merah putih dicoret dengan tulisan Arab saat demo FPI di depan Mabes Polri.

Ternyata, keberadaan bendera merah putih yang dicoret sejumlah gambar pun banyak beredar di media sosial.

Misal, bendera merah putih yang dicoret dengan tulisan Metallica, Oi, Slank, atau gambar siluet wajah musisi ternama Iwan Fals.

Tindakan tersebut melanggar Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, sama seperti kasus yang menjerat Nurul Fahmi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan kepolisian akan menelusuri kasus dugaan penghinaan bendera lainnya.

Dalam hal ini, polisi terlebih dulu akan meneliti keaslian gambar-gambar yang telah beredar di media sosial itu.

"Tentunya nanti kita akan menganalisa untuk melakukan penyelidikan, apakah itu benar, asli seperti itu, apakah bukan rekayasa, itu perlu pendalaman semua," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

Argo mengatakan, pihaknya membutuhkan setidaknya dua alat bukti untuk menjerat pelaku penghinaan terhadap bendera merah putih tersebut.

"Kita juga memerlukan barang bukti di situ, kita cari, misalnya itu ada di YouTube kita lihat keaslian, apakah sudah direkayasa, kalau di foto di media sosial kita juga akan menganalisa itu," tutur Argo.

Argo mengatakan, penindakan terhadap pelaku pencoretan bendera yang lain sulit karena tak cukup bukti.

"Semuanya masih penyelidikan, kalau sudah ada kasus, laporan, pasti kita usut," ucap Argo.(Tribunnews.com/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved