Bank Solo Gelar Workshop Pelayanan BPR Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual

Suharno menyatakan, bila BPR ingin tetap bertahan dalam era kompetisi yang sangat ketat, harus mau merubah strategi bisnis dan pola pelayanannya.

Penulis: Labibzamani | Editor: Hanang Yuwono
ISTIMEWA
Jajaran direksi, dewan pengawas dan seluruh karyawan Bank Solo saat mengikuti workshop di Megaland Hotel Solo, Sabtu (4/2/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Guna meningkatkan pelayanan dan kinerja karyawan PD BPR Bank Solo, menggelar workshop service excellence mengambil tema "Membangun Sumber Daya Insani (SDI) Beretika, Berintegritas dan Unggul dalam Pelayanan Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual.

Kegiatan ini dilaksanakan di Megaland Hotel Solo pada Sabtu, 4 Februari 2017.

Acara dihadiri 50 peserta terdiri dari jajaran direksi, dewan pengawas dan seluruh karyawan.

Menghadirkan narasumber direktur Amalia Consulting, Drs Suharno MM Akuntan dan pakar kepribadian Dra Irawati Kusumarasri MSn.

Ketua Dewan Pengawas Bank Solo, Nur Haryani SE MM, mengharapkan, agar seluruh jajaran Bank Solo, selalu berorientasi pada pelayanan yang tulus.

Agar para nasabah loyal dan tidak berpindah ke lembaga keuangan yang lain.

Hal senada juga diungkapkan anggota dewan pengawas, Soni Warsito Amd.

Walaupun Bank Solo masuk katagori BPR, namun dalam masalah pelayanan tidak boleh kalah dengan bank umum.

Direktur Amalia Consulting, Suharno, menyatakan, bila BPR ingin tetap bertahan dalam era kompetisi yang sangat ketat, harus mau merubah strategi bisnis dan pola pelayanannya.

"BPR harus berani jemput bola menyasar kelompok usaha secara langsung di sentra-sentra industri," katanya.

"Pola pelayanan ciptakan keintiman dan kedekatan dengan nasabah. Perlakukan nasabah sebagai mitra usaha," jelasnya.

"Bimbing dan motivasi mereka dalam mengelola usahanya," kata Suharno.

Lebih lanjut, Suharno, berharap agar jajaran BPR, benar-benar sadar bahwa perubahan besar tengah terjadi dalam landscape bisnis saat ini, khususnya lembaga keuangan.

Bila tidak segera merubah pola pikir serta perilaku, hanya mengeluh dalam menghadapi persaingan, bisa dipastikan akan kalah bersaing dengan lembaga keuangan yang lain.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved