Call Center 119 Milik Dinkes Solo Sering Terima Panggilan Darurat Palsu

Pasalnya petugas UPT harus memastikan validitas aduan yang disampaikan penelepon, sebelum menindaklanjutinya dengan penanganan darurat.

Call Center 119 Milik Dinkes Solo Sering Terima Panggilan Darurat Palsu
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Mobil Ambulan kegawatdaruratan 119 terparkir d Balai Kota Solo, Rabu (8/2/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Layanan gawat darurat atau call center kegawatdaruratan di nomor telepon 119 yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Solo justru sering dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab.

Oknum tak bertanggungjawab itu sering melakukan panggilan darurat abal-abal.

"Layanan (telepon) 119 sudah banyak dikenal masyarakat, sehari bisa berkisar 60 panggilan, sayang masih banyak (panggilan) abal-abal," terang Kepala UPT Kegawatdaruratan Dinas Kesehatan Kota (DKK), Sunaryo, Rabu (8/2/2017) siang.

Panggilan darurat palsu lewat call center 119 itu tidak jarang merepotkan petugas.

Pasalnya petugas UPT harus memastikan validitas aduan yang disampaikan penelepon, sebelum menindaklanjutinya dengan penanganan darurat.

Dikatakannya, UPT Kegawatdaruratan masih kekurangan pegawai.

Saat ini total pegawai UPT baru berjumlah sebelas orang, atau separuh dari jumlah ideal.

"Biasanya (pengaduan) yang valid hanya lima panggilan telepon per hari, kebanyakan karena masalah persalinan," ungkapnya.

Sunaryo mengaku, tidak bisa berbuat banyak guna menangkal pengaduan palsu tersebut.

"Mungkin karena layanan 119 ini free (bebas pulsa, -Red), sehingga banyak orang iseng yang menelepon kami," ujar dia.(*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved