STIKES PKU Muhammadiyah Solo Beri Pelatihan Edukator Bagi Pemberi Asuhan Pasien
Tim pelatih kegiatan adalah STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, ada Weni Hastuti, Cemi Nur Fitriya, Sri Mintarsih, Anis Prabowo, dan Nabhani.
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri bekerja sama dengan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar In House Training Edukator bagi para pemberi asuhan, Rabu (22/2/2017).
Pelatihan yang diselenggarakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri diikuti oleh berbagai macam profesi pemberi asuhan kepada pasien meliputi dokter, perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, laboran, dan fisioterapis.
Tim pelatih kegiatan adalah STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, ada Weni Hastuti, Cemi Nur Fitriya, Sri Mintarsih, Anis Prabowo, dan Nabhani.
Direktur Rumah Sakit, dr Sri Umaryani, menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan upaya rumah sakit dalam membekali pengetahuan dan keterampilan semua pemberi asuhan.
Disamping itu juga untuk memberikan edukasi pada pasien yang juga merupakan tuntutan dari akreditasi rumah sakit.
“Dengan edukasi dan komunikasi yang baik pada pasien, akan meningkatkan kepuasan pasien sekaligus dapat meminimalkan masalah yang terjadi dalam hubungan pemberi asuhan dengan pasien," kata Sri Umaryani, dalam keterangan pers, Jumat (24/2/2017).
Sementara itu, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah, Weni Hastuti, menyampaikan, bahwa pelatihan kali ini adalah implementasi dari kerja sama STIKES PKU dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri.
Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan SDM di rumah sakit.
"Target dari pelatihan ini diharapkan semua peserta mampu menerapkan komunikasi yang efektif dalam pemberian edukasi kepada pasien dan keluarganya," kata dia.
"Serta mampu mendokumentasikan tindakan pemberian edukasi dengan benar sesuai standar akreditasi rumah sakit," jelas Weni.
Dia menambahkan, kerja sama ini akan selalu dikembangkan baik mutu dan kualitasnya.
Tidak menutup kemungkinan dapat bekerja sama dengan rumah sakit manapun.
Pelatihan yang diselenggarakan selama satu hari ini dikemas dalam bentuk teori dan praktik.
Adapun teori yang disampaikan meliputi Komunikasi efektif dan etika komunikasi, panduan edukator, pelaksanaan edukator sesuai standar akreditasi KARS, dan panduan second opinion.
Setelah penyampaian teori, selanjutnya seluruh peserta dikelompokkan dalam kelompok profesi, dan diminta melakukan role play memperagakan pemberian edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Tampak seluruh peserta menikmati semua rangkaian kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir dengan tertib dan antusias.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/stikes-pku-muhammadiyah_20170224_152138.jpg)