Breaking News:

DPRD Solo Dorong Pemkot Libatkan Komunitas Anak Muda untuk Ramaikan Pasar Tradisional

Honda yang komisinya membidangi pengawasan penataan pasar itu mengatakan, ada beberapa pasar tradisional yang belum maksimal menempatkan pedagang.

Penulis: Putradi Pamungkas | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Komisi III DPRD Kota Surakarta mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melibatkan komunitas anak muda untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional.

Upaya tersebut dianggap efektif untuk membangkitkan gerak pasar tradisional yang semakin lesu.

Selama ini, pasar tradisional kerap ditinggalkan para pedagang.

Terutama di lantai 2 pasar, lantaran dianggap tak memiliki prospek keuntungan.

“Kami melihat, pedagang yang berjualan di lantai 2 lebih memilih berjualan di jalan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto kepada wartawan, Selasa (28/2/2017).

Honda yang komisinya membidangi pengawasan penataan pasar itu mengatakan, ada beberapa pasar tradisional yang belum maksimal menempatkan pedagang.

Di antaranya Pasar Gede, Pasar Legi, Pasar Pucangsawit, hingga Pasar Kembang.

Beberapa waktu lalu, Dinas Perdagangan menggandeng anak muda untuk meramaikan Pasar Kembang.

Di sana, anak muda diberi ruang untuk memaksimalkan lantai 2 pasar tradisional tersebut.

Apabila Pasar Kembang ramai dengan istilah Pakem, maka di Pucangsawit pun sempat dikenal dengan Cangwit.

“Keduanya sempat ramai, tapi sekarang sepi karena kendala sarana, padahal itu cara yang bagus untuk mengoptimalkan kios dan los yang tak digunakan,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved