Breaking News:

​Literasi Akademik Tak Hanya Sekadar Mengenali Kebutuhan Informasi

Memang pada dasarnya, teknologi informasi telah menjadikan plagiarisme dapat dengan mudah dilakukan oleh siapapun.

TribunSolo.com/Imam Saputro
Dosen Manajemen Informasi dan Perpustakaan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Ida F Priyanto(kanan) saat seminar Membangun Etika Akademik : Teknologi, Keterbukaan Akses dan Plagiarism di Book Fair 2017 Universitas Slamet Riyadi, Solo, Rabu (1/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam dunia akademik, literasi tidak sekedar hanya mengenali kebutuhan informasi dan bagaimana mencarinya.

Namun lebih dari itu, civitas akademika harus mampu menggunakan informasi dan menulisnya dengan baik dan benar.

Dosen Manajemen Informasi dan Perpustakaan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Ida F Priyanto saat seminar Membangun Etika Akademik : Teknologi, Keterbukaan Akses dan Plagiarism di Book Fair 2017 Universitas Slamet Riyadi, Solo, Rabu (1/3/2017).

“Literasi itu tak hanya mencari, tapi informasi, ide atau gagasan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk lisan ataupun tulisan,” kata Ida F Priyanto.

Menurutnya, civitas akademika juga harus mampu menyampaikan pendapat dengan baik.

“Juga tahu bagaimana menggunakan pendapat orang lain dalam menyampaikan pendapat maupun gagasan,” ujar Ida.

Literasi akademik adalah jenis literasi yang ada di dalam dunia akademik dan bukan sekedar bisa menulis ilmiah maupun popular.

Literasi akademik memiliki keterkaitan dengan active reading, note-taking, critical reflexions dan membuat presentasi yang merupakan bagian dari persiapan akademik.

Lebih lanjut Ia mengatakan, teknologi telah menjadikan orang dengan mudah menyebarkan informasi dan pengetahuan.

“Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat langsung dibagi-bagi ke orang lain, sehingga menjadikan orang lain dapat melanjutkan atau ikut berpartisipasi dalam penelitian tersebut,” katanya.

Namun demikian, kata Ida lagi, walaupun keterbukaan informasi telah demikian majunya, teknologi informasi masih dianggap sebagai hal yang mengganggu dan menjadikan orang takut atau kawatir informasi dan pengetahuannya akan diketahui orang lain.

Memang pada dasarnya, teknologi informasi telah menjadikan plagiarisme dapat dengan mudah dilakukan oleh siapapun.

Namun perlu diketahui, bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, plagiarisme yang dilakukan oleh masyarakat akademik juga akan dengan mudah diketahui oleh orang lain. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved