Breaking News:

Mabes Polri Bongkar Konspirasi Jahat Terkait Melejitnya Harga Cabai, Ini Temuan Mereka

Seharusnya cabai hasil penen petani dari sejumlah sentra di Solo dan Jawa Timur itu didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO
Pedagang cabai di Pasar Legi Solo, Selasa (10/1/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri bersama Kementerian Pertanian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membongkar konspirasi jahat antara pengepul dan perusahaan pengguna cabai rawit merah.

Konspirasi itu diduga membuat harga komoditi masyarakat ini terus melejit hingga Rp180 ribu/kg di pasaran sejak tahun lalu.

Ketiga pihak merilis bersama pengungkapan kasus tersebut di kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditektorat II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol Hengki Hariyadi mengungkapkan temuannya.

Dari penelusuran, terungkap adanya kesepakatan jahat antara para pengepul atau supplier cabai rawit merah untuk menjual cabai hasil panen petani ke perusahaan-perusahaan pengguna cabai tersebut.

Seharusnya cabai hasil penen petani dari sejumlah sentra di Solo dan Jawa Timur itu didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Harga yang disepakati dan dipatok sekumpulan pengepul tersebut terbilang fantastis.

Jika harga cabai rawit merah dari petani hanya Rp10 ribu/kg, justru dipatok dan dijual oleh para pengepul tersebut ke perusahaan hingga Rp181 ribu.

Hasil penelusuran, biasanya untuk pengiriman 50 ton cabai rawit merah dari satu sentra penghasil cabai ke Pasar Induk Kramat Jati, justru sebanyak 80 persennya dijual ke perusahaan-perusahaan pengguna cabai tersebut.

"Kami temukan fenomena cabai ini yang seharusnya dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati untuk parameter harga, justru kami temukan barang itu lari dan dibelokkan ke beberapa perusahaan dengan harga tinggi."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved