Breaking News:

Masyarakat Jangan Mudah Terjebak Investasi Abal-abal

Dosen Prodi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Suharno, mengimbau kepada masyarakat tidak emosional dalam

Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Sosialisasi peran dan fungsi LPS dalam Menumbuhkan Rasa Aman dalam Pemanfaatan Jasa Perbankan, di Sarila Hotel Sukoharjo, Selasa (14/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dosen Prodi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Suharno, mengimbau kepada masyarakat tidak emosional dalam melakukan investasi di lembaga keuangan.

Imbauan tersebut dilakulan terkait maraknya investasi abal-abal.

Suharno juga meminta jangan mudah terbujuk dan terjebak serta tergiur iming-iming bunga atau bagi hasil tinggi semata.

Semakin tinggi bunga atau bagi hasil  yang dijanjikan, semakin tinggi resiko.

"Sudah banyak yang menjadi korban perusahaan atau lembaga keuangan abal-abal, namun nampaknya masyarakat tidak jera," ungkapnya saat mengisi acara sosialisasi peran dan fungsi LPS dalam Menumbuhkan Rasa Aman dalam Pemanfaatan Jasa Perbankan, di Sarila Hotel Sukoharjo, Selasa (14/3/2017).

"Masyarakat diimbau seyogyanya memanfaatkan jasa perbankan bila ingin berinvestasi dalam bentuk tabungan maupun deposito," katanya.

Hasilnya memang tidak besar, namun lebih aman dan nyaman, karena investasi dijamin LPS.

Uang akan tetap kembali seandainya banknya bangkrut.

Terkait maraknya kasus penipuan abal-abal berkedok koperasi atau BMT akhir-akhir ini, Suharno, mendesak pemerintah agar koperasi juga berada dalam  pengawasan OJK.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved