Bercocok Tanam Hidroponik di Sekolah, Ini Hasil yang Diperoleh Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo

Pelatihan itu untuk penguatan program ini sampai nantinya menjadi salah satu program pilihan ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo.

Bercocok Tanam Hidroponik di Sekolah, Ini Hasil yang Diperoleh Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Siswa kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo panen kangkung di sekolah mereka, Kamis (30/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo panen kangkung yang sudah ditanam secara hidroponik menggunakan botol mineral bekas.

Kegiatan tersebut dilakukan di sekolah setempat, Kamis (30/3/2017).

Sebelumnya, kangkung tersebut ditanam siswa kelas VII dan VIII beberapa bulan lalu.

"Tujuan kegiatan ini sebenarnya untuk memberikan kecintaan alam pada siswa dan belajar kewirausahaan yang bernilai ekonomis," kata pengelola tanaman hidroponik sekaligus guru Bahasa Inggris SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, Frida, kepada TribunSolo.com, Jumat (31/3/2017).

Menurut Frida, penanaman hidroponik tersebut merupakan penerapan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Yakni mengenai “teks prosedur”, di mana untuk kelas VII hanya sampai di penanamannya saja, tetapi untuk kelas VIII penilaian sampai pada tumbuh enam daun.

"Tanaman ini dirawat dan dipelihara sampai proses pemanenan untuk tanaman kangkung," katanya menjelaskan.

Menurut Frida, ke depan akan diadakan pelatihan atau training of trainer (TOT) direncanakan dengan salah satu perguruan tinggi di Solo.

Pelatihan itu untuk penguatan program ini sampai nantinya menjadi salah satu program pilihan ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo.

"Ke depan bisa mencoba lebih banyak tanaman hidroponik selain kangkung, sawi, selada dan lainnya," ujar Frida.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, Sukidi, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan siswa kelas VII dan VIII tersebut.

"Memang kewirausahaan sangatlah penting sebagai bekal siswa setelah lulus dari sekolah."

"Dan memberikan pembelajaran kebersihan dan pemanfaatan daur ulang, di mana botol mineral dapat digunakan sebagai pot dalam penanaman hidroponik ini," kata dia.

Sukidi juga mengharapkan program ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi program ekstrakurikuler unggulan sekolah. (*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved