Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo yang Baru Siap Rampungkan Program PTSL

Sunu mengatakan, sebagai pejabat baru di Solo, dirinya akan melanjutkan program yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Sriyono.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo yang baru, Sunu Duto Widjomarmo (kiri) bersama istri saat memberi sambutan dalam sertijab Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo, Jumat (31/3/2017) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo, Sunu Duto Widjomarmo, membawa misi yang diusung Pemerintah Pusat dan Daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Misinya tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Sriyono kepada Sunu sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo.

Srttijab berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Kota Solo pada Jumat (31/3/2017) pagi dan dihadiri Wali Kota Solo, serta perwakilan Muspida Kota Solo.

Sunu mengaku siap mendukung tugas baru yang diemban sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo.

"Siap mendukung yang sudah digariskan Wali Kota Solo (FX Hadi Rudyatmo) sesuai arahan Pemerintah Pusat dan Pertanahan Kanwil Jawa Tengah," kata Sunu.

Sunu mengatakan, sebagai pejabat baru di Solo, dirinya akan melanjutkan program yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Sriyono.

"Insya Allah saya lanjutkan (program) dengan koordinasi interal dan eksternal, tentunya harus bersinergi dengan Pemkot Solo," ujarnya.

Sebagai gambaran, program yang akan diusung adalah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau prona.

"Lagipula PTSL sudah menjadi program nasional, Kota Solo terus mendukung dan tahun ini ditarget rampung," tuturnya.

Adapun 765 bidang tanah di Solo menjadi target program PTSL bagi Kantor Pertanahan Kota Solo.

Pihaknya akan mendata 765 bidang tanah milik masyarakat yang belum terdaftar.

Pendataan dilakukan melalui kelurahan-kelurahan yang mengusulkan bidang tanah tersebut.

Dikatakannya, hasil dari pendataan itu adalah database yang memiliki banyak fungsi.

"Dapat digunakam untuk perencanaan kota bisa, termasuk peningkatan pajak, dan lainnya," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved