MGMP Bahasa Daerah Jateng Gelar Kompetisi Tulis Aksara Jawa, Ini Tujuannya
Agus mengungkapkan, dalam lomba ini, para peserta diberikan waktu satu jam untuk mengalih aksarakan naskah ke dalam aksara Jawa.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 66 siswa dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah mengikuti lomba penulisan aksara Jawa di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kentingan, Jebres, Solo.
Lomba yang digelar Kamis (30/3/2017) tersebut merupakan program dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Tujuannya, melestarikan Akasara Jawa.
"Menulis dengan benar dan indah saat ini juga bukan hal yang mudah lagi, bahkan banyak yang sudah tidak bisa membaca dan menulis Aksara Jawa ini," kata Ketua Panitia Lomba Menulis Aksara Jawa, Agus Widodo, Kamis (30/3/2017).
"Untuk itu kita adakan lomba ini," ujarnya menambahkan.
Agus mengungkapkan, dalam lomba ini, para peserta diberikan waktu satu jam untuk mengalih aksarakan naskah ke dalam aksara Jawa.
Menurutnya, ada tiga kriteria penilaian dalam lomba tersebut.
"Kebenaran tata bahasa, keindahan tulisan dan kerapian," kata Agus.
Adapun dalam lomba peserta menggunakan pena, sehingga apabila terjadi kesalahan akan terlihat.
" Salah satu penilaian kan keindahan dan kerapian, kalau ada coretan-coretan akan jadi pertimbangan, " ujar Agus menjelaskan.
Lomba digelar karena adanya kekhawatiran banyak pihak terutama para guru Bahasa Jawa atas semakin sedikitnya generasi muda yang bisa menulis Aksara Jawa.
Sebab, mata pelajaran Bahasa Jawa sekarang ini hanya menjadi muatan lokal di seluruh sekolah di Jawa Tengah.
"Saat ini penggunaan Aksara Jawa sangat terbatas dan tak banyak diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat, " ujar Agus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/lomba-penulisan-aksara-jawa-di-tbjt-solo-kamis-3032017_20170331_094603.jpg)