Breaking News:

Rumah Pengusaha Warteg Ini Masih Kokoh Berdiri di Tengah Proyek Pembangunan Tol

Rumah juga tampak sepi, berdasarkan penuturan warga sekitar, Samawi jarang pulang karena harus mengelola beberapa warteg di Jakarta.

Editor: Hanang Yuwono
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah milik juragan warteg di desa Sidakaton kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. 

TRIBUNSOLO.COM,SLAWI - Jalan tol Pejagan- Pemalang Seksi III dan IV ditargetkan bisa digunakan pada masa mudik Lebaran 2017 mendatang.

Namun, satu rumah gedongan berlantai dua di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal masih kokoh berdiri di tengah proyek pembangunan jalan tol.

Rumah berpagar besi itu milik pengusaha warung Tegal (Warteg) bernama Samawi (40).

Rumah juga tampak sepi, berdasarkan penuturan warga sekitar, Samawi jarang pulang karena harus mengelola beberapa warteg di Jakarta.

"Belum ada kesepakatan harga, pemilik rumah mengajukan gugatan, saat ini, sampai tahap kasasi di Mahkamah Agung," kata Pimpinan Proyak Jalan Tol Pejagan- Pemalang, Mulya Setiawan, Selasa (11/4/2017).

Sanawi menolak nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal pembebasan lahan.

Ia meminta tanah dan bangunan rumahnya dibanderol Rp 2 miliar.

Namun, pihak tol menetapkan harga Rp 1,5 miliar.

Mulya menuturkan, saat ini belum ada keputusan, apakah rumah bercat putih dan merah muda itu akan dibongkar atau justru menggeser ruas jalan tol agar tidak melewati rumah Sanawi.

"Hal itu juga sudah diantisipasi agar tidak mengganggu target pengerjaan tol."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved