Breaking News

Manusia Tertua Asal Sragen Dilarikan ke Rumah Sakit, Ada Apa?

Pria yang diklaim memiliki umur 146 dan menjadi manusia tertua dunia yang hidup saat ini itu dilarikan ke rumah sakit

Joglosemar/Wardoyo
Kabid Pelayanan RSUD Sragen, dr Herawati saat mencoba berkomunikasi dan menngecek kondisi Mbah Gotho yang tergolek lemas di bangsal RSUD, Rabu (12/4/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Manusia tertua di dunia asal Sragen, Suparman Sodimejo alias Mbah Gotho, kembali mengejutkan publik.

Rabu (12/4/2017), pria yang diklaim memiliki umur 146 dan menjadi manusia tertua dunia yang hidup saat ini itu dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Kakek yang tercatat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) berusia 146 tahun ini kondisinya lemas karena tidak mau makan.

Mbah Gotho dibawa ke RSUD pukul 10.00 WIB dan sempat masuk Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sebelum akhirnya dirawat di Bangsal Wijayakusuma.

Warga Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, ini terlihat sangat lemas.

Namun ia masih dalam kondisi sadar.

Menurut cucu yang merawat Mbah Gotho, Suwarni mengatakan sudah tiga hari terakhir Mbah Gotho tidak mau makan.

Dalam kondisi lemas, Mbah Gotho sempat kedatangan tamu tim dokter dari Amerika Serikat (AS) yang bermaksud melakukan sejumlah tes untuk membuktikan usia sebenarnya.

“Jadi pada Senin dan Selasa, Mbah Gotho masih kuat melayani tim dokter dari AS yang melakukan tes DNA, tes urine, dan tensi darah. Katanya untuk mengetahui usia Mbah Gotho sebenarnya untuk dicatatkan di museum rekor dunia,” ujar Suwarni.

Menurut Suwarni, sebelum diperiksa tim dokter dari Amerika, Mbah Gotho sebenarnya sudah mulai tidak mau makan.

Setelah itu kondisinya terus melemah hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat.

Kabid Pelayanan RSUD Sragen sekaligus dokter yang menangani Mbah Gotho, dr Sri Herawati mengatakan, kondisi Mbah Gotho terbilang masih kuat kendati tidak mau makan beberapa hari.

Fisik dan respon masih nyambung saat diajak komunikasi.

“Kondisinya bagus, cuma lemas karena tidak makan. Tindakan kami adalah memberi asupan gizi agar kembali normal. Untuk tindakan lain belum ada karena memang tidak ditemukan penyakit,” tuturnya. (Joglosemar/Wardoyo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved