Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Diajari Konsep Bertani Ala Kebun Kraton Nursery Boyolali

Setelah kegiatan selesai, semua peserta mendapatkan satu bibit siap tanam untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah masing-masing.

Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo belajar konsep bertani di kebun Kraton Nursery, Donohudan, Boyolali, Jumat (21/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sekolah Dasar Muhammadiyah PK, Kottabarat, Solo, bersama Kraton Nursery, menggelar Smart Edu Agro.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Kraton Nursery, Donohudan, Boyolali, Jumat (21/4/2017).

Dalam acara ini para siswa dikenalkan kepada konsep bertani di perkotaan atau urban farming.

“Anak-anak sejak dini harus dikenalkan dengan pertanian cerdas ini," kata pemilik dan pengelola Kraton Nursery, Imam Murod, dalam keterangan tertulisnya yang dikirim kepada TribunSolo.com, Sabtu (22/4/2016).

Semua murid mendapatkan satu bibit siap tanam untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah masing-masing.
Semua murid mendapatkan satu bibit siap tanam untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah masing-masing. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

Tujuan diadakannya kegiatan itu, katanya, agar anak sejak dini mencintai alam dan memiliki pola pikir produktif terkait  budi daya tanaman buah unggulan Nusantara, dalam hal ini Jambu Madu Hijau atau Jamahi.

"Kami ingin mengenalkan kepada para siswa wawasan segar dan pengetahuan baru yang terkait dengan budi daya tanaman buah yang mudah dan fenomenal ini,” kata dia.

Para siswa yang hadir di kebun diajak untuk menikmati suasana kebun yang asri dan hijau sambil mengikuti aneka kelas edukatif terkait teknik budidaya Jambu Madu Hijau (Jamahi).

Adapun Buah Jamahi sebagai fokus budi daya Kraton Nursery, dan merupakan buah unggulan Nusantara, mudah dibudidayakan oleh siapa saja, termasuk siswa.

Karena, dikembangkan dengan pola tabulampot atau tanaman buah dalam pot yang praktis dan ringkas.

“Dengan pola tabulampot, semua orang bisa dengan mudah membudidayakan buah yang memiliki level kemanisan antara 12 – 14 briks ini," kata Imam.

Lahan yang diperlukan sangat minimal dan cepat panen, hanya butuh delapan bulan saja.

Perawatannya pun mudah dan sangat pantas untuk menjadi hobi yang produktif.

"Anak kecil pun bisa bila kita edukasi terlebih dahulu akan mampu membiakan dan merawat Jamahi hingga panen tiba," ucap Imam.

Setelah kegiatan selesai, semua peserta mendapatkan satu bibit siap tanam untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah masing-masing.

“Aku senang bisa menanam jambu madu hijau, dan akan aku tanam di depan rumah," kata Raihan, salah satu siswa. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved