Sidang Kasus Ahok

Tegaskan Dirinya Korban Fitnah, dalam Pleidoinya Ahok Sebut Peran Buni Yani

Bahkan, menurut Ahok, jaksa telah mengungkapkan ada peranan Buni Yani dalam perkara dirinya.

POOL/KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017). Dalam sidang ini Ahok membacakan pleidoi atau pembelaan. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA  - Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, membacakan pleidoinya pada sidang kasus tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Persidangan digelar di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

Dalam pembelaannya, Ahok yang merupakan Gubernur DKI Jakarta ini antara lain menegaskan bahwa dia tidak pernah punya niat sedikit pun untuk menodai Agama Islam.

"Saya mau tegaskan, saya bukan penista atau penoda agama," kata Ahok dalam persidangan.

"Saya juga tidak menghina suatu golongan apapun," ujarnya menegaskan.

Ahok menyatakan dirinya merupakan korban fitnah dalam kasus itu.

Bahkan, menurut Ahok, jaksa telah mengungkapkan ada peranan Buni Yani dalam perkara Ahok.

Ahok menceritakan, dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, banyak media yang meliput.

Bahkan, ada media yang menyiarkan secara langsung.

Namun, tidak ada satupun orang yang mempermasalahkan pidato tersebut.

Baik media atau warga Kepulauan Seribu, lanjut Ahok, tidak ada yang merasa terhina atau merasa Ahok menodai agama saat itu.

Dalam pidatonya di Kepulauan Seribu itu, Ahok sempat menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

Belakangan, setelah potongan pidoto itu diunggah Buni Yani di media sosial,  pidato tersebut dipermasalahkan karena diduga telah menodai agama Islam.



"Baru menjadi masalah sembilan hari kemudian."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved