Breaking News:

Wakil Rektor III Unisri Tuntaskan Studi Doktoral di UNS

Wakil Rektor III Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Sutoyo berhasil menuntaskan studi s3 atau program doktoral

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Wakil Rektor III Unisri, Sutoyo saat mempertahankan desertasinya dalam program doktoral Ilmu Pendidikan di UNS, Selasa (25/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Rektor III Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Sutoyo berhasil menuntaskan studi s3 atau program doktoral Ilmu Pemdidikan di Universitas Sebelas Maret, Selasa (25/4/2017).

Ia berhasil menjadi doktor ke-265 UNS dan Doktor ke-16 dari Program Studi Ilmu Pendidikan.

Ia dinyatakan lulus studi doktoral setelah mempertahankan desertasinya dengan judul Pengembangan Model Contextual Value Clarification Technique (CVCT) Berbasis Motivasional Sebagai Upaya Meningkatkan Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila.

Sutoyo dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dengan nilai 3,87.

WR III Unisri ini sengaja mengambil penelitian ini karena ia menilai internalisasi nilai-nilai Pancasila di siswa SMK Solo Raya masih kurang.

Dalam disertasinya, Sutoyo menyarankan kepada para guru PPKn hendaknya memahami langkah-langkah pembelajaran model CVCT berbasis motivasional dan mengimplementasikan dengan penuh kesungguhan dalam pembelajaran PPKn.

"Prosedur pengembangan melalui langkah-langkah, penyusunan draf model, validasi draf model oleh ahli dan praktisi, revisi draf model, uji coba terbatas dan diperluas draf model, dan penyempurnaan draf produk, " kata Sutoyo.

Lebih lanjut Sutoyo berpendapat, model CVCT berbasis motivasional layak untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

"Model pembelajaran tentunya dilengkapi dengan Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP), buku model, buku panduan guru dan buku panduan siswa, " ujarnya.

Menurut Sutoyo, berdasarkan hasil uji keefektifan dengan menggunakan uji-t dapat disimpulkan, bahwa model CVCT berbasis motivasional efektif untuk meningkatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Solo Raya.

Kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran PPKn, lanjut Sutoyo, para guru PPKn hendaknya dapat melakukan diskusi-diskusi tentang upaya peningkatan kompetensi terutama kompetensi professional dan pedagogic.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved