Naik Hampir 50%, Jumlah Siswa SMAN 3 Solo yang Diterima Lewat Jalur SNMPTN

Menurut dua, partisipasi komite sekolah, dewan pakar, dan khususnya para orang tua siswa menjadi hal yang sangat penting.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
FACEBOOK
Ilustrasi SMA Negeri 3 Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah siswa SMA Negeri 3 Surakarta (Smaga) yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini  meningkat tajam. bahkan hampir mencapai 50%, dibanding  tahun lalu.

Jika sebelumnya 62 siswa, tahun ini naik menjadi 93 siswa.

Adapun hasil SNMPTN itu diumumkan Kamis (27/4/2017).

Hal tersebut disambut suka cita oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Solo, Makmur Sugeng.

"Atas nama pribadi dan sebagai Kepala Sekolah Smaga, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada komite, dewan pakar, para orang tua siswa, sehingga serangkaian kegiatan ujian berjalan lancar, dan siswa yang diterima lewat jalur SNMPTN naik hampir 50% dari tahun lalu," katanya, dalam siaran pers yang diterima TribunSolo.com, Sabtu  (29/4/2017).

Makmur Sugeng menjelaskan tahun lalu jumlah siswa SMAN 3 Solo yang diterima lewat jalur SNMPTN 62 orang, tahun ini meningkat menjadi 93 siswa.

"Mereka terdiri dari 33 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan 60 siswa Ilmu Pengetahuan Alam," ujar dia.

Makmur mengatakan bahwa sejumlah prestasi yang dicapai para siswa itu bukan semata-mata peran guru.

Menurut dia, partisipasi komite sekolah, dewan pakar, dan khususnya para orang tua siswa menjadi hal yang sangat penting.

"Belum lama ini tim debat Bahasa Inggris Smaga juga berhasil meraih juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Jateng."

"Bahkan dua siswa kami meraih The Best Speaker yaitu Jasmine Amalya Chairunisa dan Stephanie Dame Agustin," kata Makmur Sugeng menambahkan.

Dengan prestasi-prestasi yang terus diukir siswa SMAN 3 itu, Makmur Sugeng berharap peran aktif komite sekolah, dewan pakar, dan para orang tua semakin tinggi.

Apalagi, kata dia, saat ini institusi sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi berada di bawah pemerintah kota namun telah diambil alih oleh Provinsi Jateng.

Bahkan baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 12 Tahun 2017 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendanaan Pendidikan pada SMA/SMK/SLB Negeri.

"Artinya, keterlibatan secara intens semua pihak pada keberlangsungan belajar mengajar yang bermutu dalam pendidikan di sekolah sekarang ini harus semakin diintensifkan."

"Sekolah perlu melibatkan stake holder dalam proses pengelolaan pendidikannya," kata Makmur menambahkan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved