Ribuan Karyawan Freeport di Mimika Mogok Kerja Sebulan, Ini Penyebabnya

Menurut dia, aksi mogok karyawan Freeport segera diikuti oleh karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasi Freeport yang tergabung dalam 14 PUK.

TRIBUNNEWS/Freeport Indonesia
Ilustrasi aktivitas para pekerja di tambang bawah tanah di tambang PT Freeport Indonesia di Papua. 

TRIBUNSOLO.COM, MIMIKA - Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, memulai aksi mogok kerja selama sebulan penuh terhitung mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2017.

Aksi ini dilakukan gara-gara belum tercapainya kesepakatan dengan pihak manajemen perusahaan itu.

Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (PUK SP-KEP) SPSI PT Freeport, Yafet Panggala, engatakan, aksi mogok kerja karyawan Freeport dimulai bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day).

"Sampai tadi malam pukul 00.00 WIT, kami terus menunggu itikad baik dari manajemen untuk menerima tuntutan kami," katanya, di Timika, Senin (1/5/2017).

"Tapi ternyata hal itu belum terjadi atau belum ada kesepakatan."

"Dengan demikian, surat mogok kami yang sebelumnya disampaikan ke pihak perusahaan dan pemerintah adalah sah," kata Yafet menegaskan.

Menurut dia, aksi mogok karyawan Freeport akan segera diikuti oleh karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasi Freeport yang tergabung dalam 14 Pimpinan Unit Kerja (PUK).

Namun karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasi Freeport baru akan bergabung dalam aksi mogok kerja bersama mulai 9 Mei 2017.

Hal itu sesuai surat pemberitahuan mogok mereka ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat Mimika.

Ia menyebutkan, PUK SP-KEP SPSI PT Freeport terus membuka dan membangun komunikasi dengan manajemen perusahaan.

Jika nanti terjadi kesepakatan dengan pihak manajemen perusahaan, maka aksi mogok karyawan PT Freeport bisa dihentikan.

"Mogok bukan tujuan, tapi semata-mata alat perjuangan kami."

"Jangan sampai ada kesan bahwa kami hanya mau mogok terus."

"Tidak seperti itu," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved