Sidang Kasus Ahok

Jelang Sidang Vonis Ahok, Kapolri Imbau Tak Perlu Ada Demo dalam Jumlah Besar

Selain itu, dalam aturan disebutkan bahwa setiap 100 orang peserta aksi, harus ada lima orang yang menjadi pengendali.

Jelang Sidang Vonis Ahok, Kapolri Imbau Tak Perlu Ada Demo dalam Jumlah Besar
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) pada Jumat (5/5/2017), tidak perlu dilakukan.

Aksi tersebut rencananya dilakukan di depan gedung Mahkamah Agung menjelang sidang putusan hakim terhadap terdakwa dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Sebetulnya itu saya pikir tidak perlu demo maupun aksi dalam jumlah yang besar karena pasti akan mengganggu ketertiban publik," ujar Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Meski begitu, Tito mengakui aksi unjuk rasa dilindungi oleh undang-undang.

Namun, dalam aturan tersebut ada batasannya.

Pertama, aksi tidak boleh mengganggu ketertiban publik.

Aksi juga tidak boleh menggangu hak asasi orang lain.

Selain itu, isi tuntutan dalam unjuk rasa tidak boleh menghujat.

"Harus mengindahkan etika dan moral."

"Jadi menghujat, mencaci maki, itu tidak boleh," kata Tito.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved