Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan, Puluhan Warga Gunungkidul Dirawat

Dokter Puskesmas Rongkop, dr Joko Subandono, mengatakan, sedari malam korban keracunan terus berdatangan.

Keracunan Makanan Usai Hadiri Hajatan, Puluhan Warga Gunungkidul Dirawat
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Dokter Puskesmas Rongkop, dr Joko Subandono, memeriksa kondisi korban keracunan makanan, dinkamar perawatan Puskesmas Rongkop, Jumat (5/5/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, GUNUNGKIDUL - 23 orang terpaksa dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rongkop karena  keracunan makanan setelah menyantap hidangan yang disajikan di hajatan milik warga Baran Wetan, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Jumat (5/5/2017).

Peristiwa tersebut bermula ketika warga tengah menyantap makanan di acara hajatan milik Amrin Bin Suharto, warga Dusun Baran Wetan, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, pada Kamis (4/5/2017) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Selepas pulang dari hajatan, puluhan warga yang datang dan menyantap hidangan nasi, sayur, daging dan mi yang disajikan, tiba-tiba merasakan mual,  pusing dan muntah-muntah.

"Saya pulang dari jagong rasanya ga enak, minum air putih anget, tambah ga enak, terus muntah."

"Akhirnya dibawa ke puskesmas, ternyata keracunan makanan," ujar Indah Kirana, salah seorang korban ketika ditemui di ruang perawatan di Puskesmas Rongkop, Jumat (5/5/2017).

Selain Indah, 22 orang lainnya juga mengalami hal yang sama, kemudian dilarikan ke Puskesmas Rongkop untuk mendapatkan perawatan medis.

Dokter Puskesmas Rongkop, dr Joko Subandono, mengatakan, sedari malam korban keracunan terus berdatangan.

Dari 23 korban, sebagian besar sudah pulih dan dibawa pulang, namun sebanyak empat korban perlu perawatan intensif di kamar perawatan Puskesmas Rongkop.

"Karena kapasitasnya yang terbatas, beberapa korban terpaksa dirujuk di tempat lain," tutur Joko.

Dari hasil diagnosa yang dilakukan, korban mengalami gejala keracunan makanan dari hidangan yang disajikan pada acara hajatan tersebut, sehingga membuat korban mengalami pusing dan muntah.

"Namun kami belum mengetahui kandungan di makanan tersebut sampai membuat keracunan."

"Sampel makanan sudah kita simpan, nanti dari Dinas Kesehatan dapat mengecek," ujar Joko.(Tribun Jogja/Rendika Ferri K)

Editor: Daryono
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved