Sakit Kepala Usai Bercinta? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya

Aktivitas yang seharusnya berakhir dengan ‎rasa romantis justru bisa berakhir dengan rasa sakit.

TABLOID NOVA.COM/TOPNEWS
Ilustrasi suami-istri bermesraan. 

TRIBUNSOLO.COM - Berhubungan intim adalah sebuah aktivitas yang menjadi kebutuhan pasangan suami istri.

Rutin dan teratur berhubungan intim selalu‎ dianjurkan.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, juga memelihara kelekatan pasangan.

Tetapi ada sebagian wanita yang justru merasakan sakit kepala luar biasa usai berhubungan intim.

Aktivitas yang seharusnya berakhir dengan ‎rasa romantis justru berakhir dengan rasa sakit.

Menurut dr. Yudha Turana Sp.S ada beberapa hal yang menyebabkan wanita kerap merasa nyeri di kepala‎ mereka usai berhubungan intim.

"Pengaruhnya bisa banyak. Misalnya, terlalu bergairah atau pengaruh hormonal,"‎ kata Yudha kepada NOVA.id di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).

Setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan sakit kepala usai berhubungan intim, yaitu:

1. Excited Berlebihan

Berhubungan intim memang membuat perasaan seseorang menjadi berbunga-bunga. Lebih intim dengan suami, membuat seorang wanita menjadi sangat bergairah. Nah, seorang wanita dikatakan bergairah ketika ia mengeluarkan cairan lubrikasi.

Rasa bergairah yang besar ternyata membuat sebagian wanita sedikit tegang, dan tak jarang akhirnya membuat sakit di kepala usai berhubungan intim.

Nah, untuk menghindari rasa sakit kepala yang membuat kita tidak nyaman, tetaplah kendalikan perasaan kita.

2. Pengaruh Hormonal

Aktivitas berhubungan intim ternyata dipengaruhi oleh faktor hormonal. Salah satu hormon yang berperan untuk menciptakan suasana hati dan gairah adalah hormon estrogen.

Lonjakan hormon estrogen ketika bercinta terkadang menyebabkan sensasi sakit dan berdenyut di kepala.

Namun tak perlu khawair, masalah hormonal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Setelah beberapa saat, sakit kepala tersebut akan menghilang sendiri.

3. Peningkatan Tekanan Darah Sesaat

Nah, peningkatan tekanan darah ini yang sedikit harus dikhawatirkan. Kita harus memastikan jika lonjakan tekanan darah hanya sesaat bukan karena penyakit lainnya, seperti hipertensi.

‎Jika kita memiliki riwayat hipertensi, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kita baik-baik saja. (Nova.id/Menda Clara Florencia)

Sumber: Tabloidnova.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved