Breaking News:

Penjual Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Bersaing dengan Penjual di Kampung-kampung

Dirinya mengatakan, tahun lalu saat menjelang Ramadan, harga bunga tabur lebih murah sehingga pembeli juga lebih banyak

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Seorang penjual bunga tabur di Pasar Kembang Solo, Selasa (23/5/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pedagang bunga tabur di Pasar Kembang Solo mengeluhkan jumlah penjualan yang terus menurun tiap tahun menjelang bulan Ramadan.

Hal tersebut lantaran banyaknya pedagang bunga tabur yang menjual di daerah kampung.

“Setiap tahun semakin turun soalnya kan semakin banyak yang jual,” kata seorang pedagang bunga tabur di Pasar Kembang Solo, Tri Mulyani , Selasa (23/5/2017).

“Di kampung-kampung sudah banyak yang jual bunga,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, tahun lalu saat menjelang Ramadan, harga bunga tabur lebih murah sehingga pembeli juga lebih banyak

Tri sendiri menjual bunga tabur mulai dari Rp 5 ribu dengan ukuran tampah paling kecil sedangkan untuk satu karung bunga tabur dihargai Rp 600 ribu perkarung.

Dirinya lantas menambahkan, saat mendekati puasa, ia bisa menjual bunga sebanyak 4-5 karung besar.

Jenis bunga yang dicari biasanya adalah campuran, seperti mawar,melati dan kanthil.

Namun ada juga yang hanya meminta bunga mawar merah dan putih saja.

Bunga yang disiapkan pun tampak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan hari biasa.

Aneka bunga mawar berwarna merah, putih, maupun merah jambu terlihat lebih banyak dan segar.

Bunga tabur yang dijual tersebut dipasok dari berbagai daerah, yakni Boyolali, dan Bandungan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved