Hendak Bertransaksi dengan Pria Hidung Belang, Dua PSK Ini Ditangkap Polisi Banjarsari, Solo

Komang menjelaskan, operasi pekat dilakukan guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1438 H.

Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, Kamis (25/5/2017), memeriksa dua PSK yang terjaring operasi pekat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dua orang pekerja seks komersial (PSK) alias pelacur terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarsari, Solo.

Hingga Kamis (25/5/2017) mereka masih diperiksa di Mapolsek Banjarsari.

Adapun operasi pekat tersebut dilakukan di sekitar Gedung RRI Solo di Kampung Kestalan, Banjarsari, pada Rabu (24/5/2017) malam.

Menurut Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, para PSK tersebut tertangkap ketika sedang bertransaksi dengan pelanggan.

Mereka adalah Endarwati (29), warga Gaum RT 002, RW 003 Tasikmadu, Karanganyar; dan Marfuah (28), warga Tegalkonang RT 001, RW 006 Kemuning Sari, Jengawah, Jember, Jawa Timur.

"Mereka (PSK) kita amankan pada saat melakukan transaksi dengan pelanggan," kata Komang, Kamis (25/5/2017), di kantornya.

Namun pria hidung belang  yang saat itu ingin menggunakan jasa para PSK tersebut berhasil melarikan diri.

Komang menjelaskan, operasi pekat dilakukan  guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1438 H.

Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya tindakan sweeping yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Kita akan melakukan operasi pekat secara rutin setiap hari," katanya menegaskan.

"Apalagi pimpinan juga sudah memerintahkan untuk terus melakukan operasi pekat ini," kata Komang. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved