Rencana Revitalisasi Pasar Legi Solo Molor hingga 2019, Ini Penyebabnya
Subagiyo memperkirakan, biaya revitalisasi pembangunan pasar tradisional itu termasuk besar.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Rencana revitalisasi Pasar Legi, Solo, molor hingga 2019.
Hal itu disebabkan masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat rencana revitalisasi yang sudah diwacanakan sejak 2015 lalu.
“Kira-kira sekitar tahun 2019 sampai tahun 2020 (dimulai), karena masih harus mempersiapkan desain, dana, dan lainnya,” ucap Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, kepada wartawan, Rabu (31/5/2017) siang, di Solo.
Subagiyo memperkirakan, biaya revitalisasi pembangunan pasar termasuk besar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mengestimasi biaya anggaran untuk revitalisasi yakni hingga Rp 200 miliar.
Pihaknya masih mempertimbangkan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi pasar untuk dikaitkan dengan besaran dana pembangunan.
Pemkot Solo juga belum memastikan sumber dana akan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solo atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Diperkirakan (besaran dana revitalisasi) hampir Rp 200 miliar, besar lho itu,” katanya.
“Apalagi luasnya (pasar) dua hektare."
"Kalau per meternya aja Rp 5 juta, sudah ketemu angka berapa?” ujarnya.
Adapun untuk perencanaan pembangunan sebelum DED disusun, pihaknya akan merangkul berbagai stakeholder.
Juga, menimbangkan dampak pembangunan di lingkungan sekitar hingga dampak lalu lintas sekitar pasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pasar-legi-solo-usai-hujan_20170202_101824.jpg)