Ramadan 2017

Komunitas Peduli Lingkungan di Solo Bersama Dinas Lingkungan Hidup Ngabuburit Ramah Lingkungan

Selain ngabuburit, kegiatan ini juga untuk memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada hari ini.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Seorang anggota Forum Solo Hijau saat mencabut paku di pohon, Solo, Senin (6/5/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sejumlah komunitas yang peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Solo mengadakan ngabuburit dengan cara yang tidak biasa, yakni membersihkan trotoar Jalan Slamet Riyadi, Senin (5/6/2017) sore.

Komunitas tersebut antara lain Perkumpulan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERALHI) cabang Solo, Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret, Sekolah Sungai Solo, dan Forum Solo Hijau.

Turut bergabung dalam acara ini, Dinas Lingkungan Hidup Solo.

Beragam kegiatan dalam acara ngabuburit unik ini antara lain operasi pencabutan paku, penanaman bibit, dan bersih-bersih di sepanjang jalan protokol Slamet Riyadi Solo.

Dimulai pukul 15.30 WIB, anggota komunitas terlebih dahulu berkumpul di Plaza Sriwedari.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup (PKLH) dan Konservasi Sumber Daya Air (KSDA) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo, Luluk Nurhayati saat memberikan arahan sebelum kegiatan, Solo, Senin (6/5/2017).
Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup (PKLH) dan Konservasi Sumber Daya Air (KSDA) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo, Luluk Nurhayati saat memberikan arahan sebelum kegiatan, Solo, Senin (6/5/2017). (TribunSolo.com/Eka Fitriani)

Selain ngabuburit, kegiatan ini juga untuk memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada hari ini.

“Ini cara kami ngabuburit ramah lingkungan, sambil menunggu buka puasa,” ujar pemrakarsa dari Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto Senin (6/5/2017) sore.

“Hari ini kan hari lingkungan hidup sedunia sudah sepantasnyalah kita peduli kepada lingkungan, yang kecil-kecil saja yang bisa saya kerjakan ya ini,” katanya.

Tercatat ada 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Para peserta terbagi menjadi dua kelompok yang berpencar menuju sepanjang jalan arah barat dan arah ke timur.

Kegiatan mencabut paku dari pohon ini memakan waktu agak lama, lantaran banyak sekali paku yang tertancap di pohon.

Selain itu paku yang tertancap juga lumayan dalam.

Mayor Haristanto mengaku kebiasaan memaku pohon untuk media promosi tidak berkurang dari tahun ke tahun.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini bisa mengajak seluruh masyarakat untuk sadar dengan lengkungan sekitar terutama pohon di sepanjang jalan.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved