Dinas Pariwisata Solo : Apapun yang Terjadi, Kirab Malam Selikuran Harus Tetap Dilestarikan
Seperti apapun kondisi keraton saat ini, Malem Selikuran harus tetap diadakan
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kirab Malam Selikuran diadakan malam ini, Kamis (15/6/2017).
Kirab ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh Keraton Solo yang bekerjasama dengan Pemkot Solo.
Adapun peringatan Malem Selikuran adalah malam menyambut Lailatul Qadar atau malam seribu bulan.
“Sejak Pakubuwono (PB) X kirab Malem Selikuran sampai ke Sriwedari. Sebelum-sebelumnya hanya sampai Masjid Agung," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Anggoro Hexa Kamis (15/6/2017) malam.
Bagi kami agenda ini termasuk agenda budaya, tradisi religi yang harus dilestarikan,” ujarnya.
Rute kirab tersebut dimulai dari Keraton menuju Masjid Agung, Gladak lalu ke barat menuju Joglo Sriwedari lewat Jalan Slamet Riyadi.
Di Sriwedari, Peringatan Malem Selikuran ditandai dengan kirab seribu takir atau tumpeng kecil kepada masyarakat.
Seribu takir tersebut menggambarkan limpahan pahala setara seribu bulan bagi umat Islam yang beribadah pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadan.
Bambang mengatakan seperti apapun kondisi keraton saat ini, Malem Selikuran harus tetap diadakan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kirab-malam-selikuran_20170615_214734.jpg)