Budayawan Keraton Solo Sebut Garebek Syawal Sebagai Puncak Kemenangan Umat Muslim

Gunungan anakan sebagai lambang bahwa kehidupan itu manusia tidak lepas dari menyatunya laki-laki dan perempuan

Budayawan Keraton Solo Sebut Garebek Syawal Sebagai Puncak Kemenangan Umat Muslim
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Gunungan estri yang diarak prajurit Keraton Solo dalam acara tradisi Garebek Syawal 1438 H, Selasa (27/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Garebek Syawal 1438 H merupakan puncak kemenangan umat muslim yang telah melaksanakan/menjalankan puasa selama satu bulan.

"Sekaligus ucapan syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya yang memberikan kekuatan sehingga umatnya bisa melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan," kata budayawan Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Winarno Kusumo, Selasa (27/6/2017).

Menurutnya, dalam satu tahun Keraton Solo mempunyai tiga garebek.

Pertama, Garebek Maulud (peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW).

Kedua, Garebek Besar (peringatan hari kemenangan Iman Nabi Ibrahim AS)

Ketiga adalah Garebeg Syawal (puncak kemenangan umat muslim yang telah melaksanakan puasa selama satu bulan).

"Sebagai bentuk syukur itu diwujudkan dengan gunungan," kata Winarno.

Gunungan ini, kata Winarno, ada dua jenis, yakni gunungan jaler (laki-laki), estri (perempuan) dan gunungan anakan.

Gunungan anakan ini sebagai lambang bahwa kehidupan itu manusia tidak lepas dari menyatunya laki-laki dan perempuan.

"Gunungan itu dibuat, dirangkai dari segala hasil bumi," jelasnya. (*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved