Breaking News:

Kasus Hukum Habib Rizieq Shihab

Kapolda Metro Jaya Anggap Abolisi Tak Cocok untuk Rizieq Shihab, Ini Alasannya

Menurut Iriawan, hakim yang nantinya menilai kasus tersebut akan bertindak dan memutuskan secara adil apakah Rizieq terbukti bersalah atau tidak.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.com/PUTRA PRIMA
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA  - Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan, enggan menanggapi saran dari Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra ,agar Presiden Joko Widodo memberikan abolisi atas kasus yang menimpa pemimpin FPI, Riziq Shihab.

Saat ini Riziq terseret kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein.

Adapun abolisi merupakan hak yang dimiliki kepala negara untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara.

Dari pada meminta abolisi, kata Iriawan, sebaiknya Riziq mengikuti proses hukum yang berlaku.

Iriawan mengatakan, setiap orang memiliki kesetaraan di dalam hukum.

Tak boleh satupun warga yang diistimewakan.

"Saya tidak mengerti abolisi ya bagaimana," ujar Iriawan seusai meninjau keamanan tempat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, Rabu (28/6/2017).

"Sudahlah, banyak yang lebih penting kita pikirkan negara ini."

"Kalau kasus Rizieq Shihab, ya hadapi saja proses hukum, selesai kok," katanya menegaskan.

"Bagaimanapun negara kita menggunakan kesetaraan dalam proses hukum."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved