Ini Makna Sebenarnya Pembagian Ketupat di Puncak Pekan Syawalan Solo Zoo

Salah satu acara di Puncak Pekan Syawalan Solo Zoo adalah pembagian 4 ribu ketupat dan apem.

Tayang:
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
(Kiri) Budayawan Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, Solo, Minggu (2/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Salah satu acara di Puncak Pekan Syawalan Solo Zoo adalah pembagian 4 ribu ketupat dan apem.

Pembagian ketupat tersebut ternyata memiliki makna tersendiri.

Hal tersebut diungkapkan budayawan Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo.

"Kenapa nyebar ketupat? Adat Jawa ketupat itu aku lepat (bahasa Jawa, artinya salah,-Red), jadi orang itu hendaknya senantiasa menyadari merasa salah," katanya usai Puncak Pekan Syawalan Solo Zoo, Minggu (2/7/2017) siang.

"Kita berusaha untuk ayo rebutan salah jangan rebutan benar, kebanyakan orang rebutan benar tapi kita saat-saat ini di hadapan Allah SWT tidak ada yang suci, smua manusia berdosa, salah," ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa sebagai hamba Allah SWT harus sadar kupat atau ngaku lepat (menyadari kesalahan,-Red) di hadapan Allah SWT.

Di puncak gelaran Pekan Syawalan Solo Zoo Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) adakan Kirab Joko Tingkir dan pembagian ketupat dan apem, Minggu (2/7/2017).

Terdapat 2000 ketupat dan 2000 apem yang diperebutkan pengunjung pada puncak Pekan Syawalan Solo Zoo ini.

Di sesi Kirab Joko Tingkir, pengunjung juga disuguhi drama cerita Joko Tingkir berupa kirab dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diadakan mulai pukul 9.00 WIB.

Pekan syawalan Solo Zoo juga diramaikan dengan produk dan bazar.

Terdapat 40 stan bazar dan 200 PKL di TSTJ ini. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved