Breaking News:

Kerap Dicurhati di Rumah Kosong, Guru BK di Bantul Ini Hamili Siswinya

Karena anaknya merasa nyaman dengan sang guru, A pun kerap diajak untuk bertemu oleh sang guru di sebuah rumah kosong.

Tribun Jogja/Pradito Rida P
Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila. 

TRIBUNSOLO.COM, YOGYA - Tindak asusila yang dialami oleh A (15), siswi sebuah Madrasah di Giriloyo, Bantul ternyata berawal dari seringnya A curhat terhadap pelaku yang tidak lain adalah guru Bimbingan Konseling (BK) bernama Poniman (54).

Wani (33), ibu korban mengatakan, kejadian yang menimpa anaknya tersebut, bermula dari seringnya sang anak curhat kepada guru BK-nya.

Karena anaknya merasa nyaman dengan sang guru, A pun kerap diajak untuk bertemu oleh sang guru di sebuah rumah kosong.

Di rumah kosong tersebut Poniman melakukan perilaku tak senonoh terhadap putri sulungnya.

"Sudah sering curhat, karena nyaman anak saya sering bertemu dengan gurunya di rumah kosong."

"Si pelaku melakukan tindak asusila juga di rumah kosong itu" ucapnya saat di JPW Kamis (7/7/2017) siang ini.

Wani menambahkan, ia mengetahui anaknya hamil karena memperhatikan perut anaknya yang semakin besar.

Mengetahui hal tersebut, ia membelikan tespek untuk mengecek hamil atau tidaknya.

Dirinya sempat menanyai anaknya, perihal siapa yang menghamilinya dan A menjawab bahwa seorang pemuda yang menghamilinya.

Karena tidak percaya, Wani menyita ponsel sang anak.

"Tahu anak saya hamil karena saya curiga kok perutnya membesar, saya belikan tespek dan hasilnya positif."

"Saya tanyai dan dia mengaku yang melakukan adalah Rio orang Magelang."

"Saya tidak percaya karena waktu saya sita hp anak saya, tanggal 18 Juni 2017, saya mendapati sebuah pesan SMS dari guru BKnya yang isinya kurang lebih 'ojo ngasi ngerti wong, positif wae karo sek tak omongke wingi, nek ra aku trimo mati mbangane jeneng sekolahan dadi elek' (jangan sampai tahu orang lain, positif saja dengan yang aku beritahu kemarin, kalau tidak aku mending mati daripada nama sekolah jadi jelek)," pungkasnya.

Mengetahui bahwa yang melakukan tindakan tersebut adalah guru BK anaknya di sekolah, Wani lanjut melaporkannya ke Polres Bantul pada tanggal 20 Juni 2017. (Tribun Jogja/Pradito Rida Pertana)

Artikel ini telah dipublikasikan Tribun Jogja dengan judul: Tindak Asusila Guru BK Terhadap Siswinya Berawal dari Sering Curhat di Rumah Kosong.

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved