Breaking News:

Pakai Buah Ciplukan, Mahasiswa Unibraw Malang Ini Bikin Alat Terapi Kanker Payudara

Namun, terapi jenis ini tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara stadium tiga ke atas.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.com/Andi Hartik
Alat terapi kanker payudara berbasis sistem uap air nano dari ekstrak buah ciplukan yang dihantarkan melalui medium sinar laser ultraviolet. 

TRIBUNSOLO.COM, MALANG  - Muhammad Dheri Maulana Akbar, mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang, Jatim,  membuat inovasi pengobatan kanker payudara.

Ia menggunakan buah ciplukan atau Physalis Minima Linn.

Buah yang kerap ditemukan di rimbun rerumputan itu menjadi bahan utama terapi kanker payudara berbasis sistem uap air nano yang dihantarkan melalui medium sinar laser ultraviolet.

Dheri menjelaskan, mula-mula buah ciplukan itu diekstrak.

Kemudian, buah itu dipanaskan melalui alat yang sudah disiapkan.

Alat itu terdiri dari tempat pemanas air, vibrator, dan alat teknologi pendukung lainnya.

Sementara jumlah ekstrak buah ciplukan dalam sekali terapi disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

Kemudian, ciplukan yang sudah diekstrak itu diseduh dengan air yang kadar H2O nya lebih banyak lalu dipanaskan.

"Tergantung dosis dari dokter."

"Setelah tahu tumor size-nya berapa, nanti dokter akan memberikan dosis sesuai dengan cuplikan yang sesuai," katanya, Rabu (12/7/2017). di Malang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved