Pajak Motor Tak Dibayar Dua Tahun Berturut-turut, Wajib Pajak di Jateng Akan Diblokir

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng, Ihwan Sudrajad, di Solo, Selasa (18/7/2017).

Pajak Motor Tak Dibayar Dua Tahun Berturut-turut, Wajib Pajak di Jateng Akan Diblokir
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Warga Solo membayar pajak kendaraan bermotor di mobil Samsat online keliling di halaman Robinson Mal Purwosari, Laweyan, Solo, Selasa (18/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wajib pajak yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) selama dua tahun berturut-turut akan dilakukan pemblokiran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng, Ihwan Sudrajad, di Solo, Selasa (18/7/2017).

"Kalau (wajib pajak) dua tahun berturut-turut tidak membayar pajak kendaraan bermotor kita akan blokir," tegasnya.

Namun demikian, katanya, sebelum pemblokiran para wajib pajak tersebut dilakukan terlebih dahulu akan diumumkan di surat kabar.

Pemblokiran tersebut dilakukan karena banyak wajib pajak yang tidak melakukan kewajibannya untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

"Ketentuannya kalau sudah dua tahun berturut-turut tidak membayar pajak itu diblokir," terangnya.

"Tapi sekarang kita tidak menerapkan itu (pemblokiran, Red)," tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Ditlantas Polda Jateng.

"Kita sedang mengkaji kebijakan itu dan segera diterapkan," ungkapnya.

Dia mencontohkan, seperti di Solo tunggakan pajak kendaraan bermotor mencapai 30 persen.

"Makanya kita perbayak payment point (fasilitas layanan bagi nasabah untuk memudahkan dalam membayar tagihan rutin)," kata Ihwan.(*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved