Begini Cara SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Bentuk Karakter Siswa

Dijelaskan, ekskul merupakan ajang pembentukan bakat dan ajang kreativitas anak yang muaranya pembentukan pendidikan karakter.

Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti memberikan sambutan dalam acara "Awwalussanah Pentas Seni dan Kreativitas Anak” awal tahun ajaran 2017/2018 di halaman sekolah setempat, Sabtu (29/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menyelenggarakan "Awwalussanah Pentas Seni dan Kreativitas Anak” awal tahun ajaran 2017/2018.

Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah tersebut dilaksanakan di halaman sekolah setempat, Sabtu (29/7/2017). 

“Gelar pensi ini sebagai upaya meningkatkan ukhuwah, menyalurkan bakat, minat dan kreativitas anak bidang seni dan budaya, serta kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia,” ujar Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, kepada TribunSolo.com, Sabtu.

Gelar pensi awwalussanah, kata Sayekti diikuti siswa-siswi kelas I-VI yang berjumlah 801 siswa dengan model kolosal mengambil tema “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”.

Adapun tujuan itu adalah memberikan pemahaman konsep tentang amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan kebenaran dan mencegah kejelekan atau kebatilan) untuk selalu menebar kebaikan yang berkarakter dilandasi nilai-nilai religius dimuka bumi.

“Awwalussanah sekaligus mempromosikan kegiatan ekstrakurikuler,” kata Sri Sayekti.

Selama kegiatan, pihaknya mendorong siswa untuk memilih kegiatan ektrakurikuler yang paling diminati disesuaikan dengan keadaan fisik, kemampuan diri dan kesehatan anak/siswa.

“Sebelumnya ada 21 ekstrakurikuler dan sekarang berjumlah bertamabh tiga menjadi 24 jenis,” kata dia.

“Tiga ekstrakurikuler baru ini antara lain, Panahan, Khot dan Olympiade MAPSI,” jelasnya.

Dijelaskan, ekskul merupakan ajang pembentukan bakat dan ajang kreativitas anak yang muaranya pembentukan pendidikan karakter.

Pengawas TK/SD Gugus II UPT Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Suwarno, meminta kepada anak-anak unuk bersemangat dan terdepan, aku bisa.

Sementara di sela kegiatan juga dilakukan wisuda Takhasus Juz 30.

“Jadi tidak hanya pandai saja, emosional, keterampilan harus dikembangkan secara maksimal,” kata Sri Sayekti.(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved