Warga Nusukan Terdampak Proyek Jalur KA Bandara Ini Tak Keberatan Pindah Rumah, Asalkan. . .
Meskipun tidak dimungkiri ada sejumlah warga yang masih merasa keberatan untuk berpindah.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga Kelurahan Nusukan, Solo, terdampak proyek pembangunan jalur kereta api bandara tidak masalah jika harus berpindah tempat tinggal.
Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Kelurahan Nusukan RT 5, Bowo Harianto, kepada TribunSolo.com, Senin (2/9/2017) siang.
"Ya saya enggak masalah kalau dipindah, wong kita itu nunut dibolehin ya kita matur suwun," katanya.
Bowo mengaku bahwa terakhir kali mendapatkan sosialisasi yakni pada 18 Mei 2017 lalu.
Baca: Warga Nusukan, Solo, Dukung Pembebasan Lahan Terdampak Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Bandara
"Saya masih mending karena selain disini, saya masih punya rumah lain jadi nanti bisa pindah ke rumah mertua," tambahnya.
Dirinya mengatakan, beberapa warga yang lain juga tidak mempermasalahkan terkait adanya pembebasan lahan tersebut.
Meskipun tidak dimungkiri ada sejumlah warga yang masih merasa keberatan untuk berpindah.
Sedangkan Bowo sudah menempati rumah tersebut sejak 10 tahun terakhir.
Keluarganya pun juga tidak keberatan dengan keputusan tersebut.
"Ya asalkan ada solusinya saya nggak apa-apa," tambah Bowo.
Selain lahan milik PT KAI, lahan terdampak lainnya merupakan lahan milik Kementrian Pekerjaan Umum, TNI AU (Angkatan Udara), dan masyarakat.
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, beberapa waktu lalu, pembebasan lahan ditargetkan selesai November 2018.
Terkait hal itu, PT KAI telah melakukan sosialisasi pada 9 Mei 2017 dan pendataan pengukuran pada 16 -18 Mei 2017 lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-milik-warga-nusukan_20170801_162324.jpg)