Breaking News:

Pertamina JBT Siapkan Penambahan Fakultatif 174.160 Tabung LPG

Tercatat di Jawa Tengah dan DIY, penyaluran LPG 3 kilogram selama masa lebaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 8 persen

Penulis: Imam Saputro | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Penampungan LPG di gudang baru Pertamina di wilayah Kebakkramat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Akibat tingginya konsumsi LPG 3 kilogram yang belum stabil di beberapa lokasi di Jawa Tengah dan DIY, Pertamina menyiapkan 174.160 tabung untuk total lima lokasi yang terindikasi pola konsumsinya belum stabil pasca lebaran 2017.

Ditambah adanya permintaan tambahan fakultatif dari pemerintah setempat.

“Pertamina telah menyiapkan tambahan fakultatif di beberapa daerah, totalnya berjumlah 174.160 tabung untuk total lima lokasi, "kata Pjs. Area Manager Communication & Relation Jawa Bagian Tengah (JBT) PT Pertamina Persero, Muslim Dharmawan, Kamis (10/8/2017).

Lima daerah tersebut adalah di Sragen sebanyak 47.040 tabung dengan periode penyaluran pada 2 – 8 Agsutus 2017 dimana penyaluran normal adalah 762.520 tabung perbulan.

Kota Solo sebanyak 47.040 tabung dengan periode penyaluran pada 5 – 12 Agustus 2017 dimana penyaluran normalnya adalah 714.520 tabung.

Kemudian pada periode 9 – 12 Agustus, dilakukan penambahan fakultatif di 3 lokasi yaitu di Karanganyar sebanyak 24.080 tabung, Sukoharjo 28.560 tabung dan Klaten sebanyak 27.440 tabung.

"Dimana penyaluran normal Karanganyar perbulan adalah 800.880 tabung, Klaten perbulan adalah 27.440 tabung dan Sukoharjo perbulan adalah 783.250 tabung”, jelas Muslim.

“Pertamina akan selalu siap untuk men-supply kebutuhan LPG 3 kilogram untuk masyarakat,"katanya.

Tercatat di Jawa Tengah dan DIY, penyaluran LPG 3 kilogram selama masa lebaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 8 persen.

Dimana penyaluran normal rata-rata harian adalah 3.234 MT atau ekuivalen dengan 1.078.000 tabung naik menjadi 3.487 MT atau ekuivalen dengan 1.162.334 tabung selama masa SATGAS Lebaran 2017.

Muslim mengatakan sudah menjadi lumrah peningkatan permintaan LPG 3 kilogram pada hari-hari tertentu seperti Lebaran, Idul Adha dan Tahun Baru.

Namun perlu dipertegas bahwa Pertamina tidak pernah mengurangi suplai LPG 3 kilogram.

"Yang terjadi adalah Pertamina mencoba mengembalikan pola konsumsi sesuai dengan pola konsumsi normal di masing-masing wilayah khususnya wilayah Jawa Tengah & DIY,"terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved