Breaking News:

Proyek Kereta Bandara Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo Akan Gusur 700 Rumah dan Lahan

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melakukan pembebasan lahan dengan cara membeli tanah sekaligus bangunan di atas lahan HM.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADILA
Suasana di Stasiun Solo Balapan, saat sebuah kereta api melintas di rel. Foto diambil Senin (5/6/2017) siang. 

Laporan Wartwawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Proyek pembangunan jalur kereta penghubung Stasiun Solo Balapan dengan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali akan menggusur lebih dari 600 rumah di Solo.

Merujuk data, terdapat 594 hunian di sepanjang jalur kereta eksisting harus direlokasi.

Lalu, ada 99 bidang lahan dengan status Hak Milik (HM) yang akan dilewati jalur kereta yang akan dibangun.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan pemerintah tidak akan memggusur warga begitu saja.

"Tetap ada pertimbangan kemanusiaan,” kata Rudy, sapaan akrab wali kota, dijumpai Minggu (3/9/2017).

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melakukan pembebasan lahan dengan cara membeli tanah sekaligus bangunan di atas lahan HM.

Pemkot  juga akan melakukan sosialisasi kepada warga terhadap pembebasan lahan.

Selain itu Pemkot menyiapkan skema relokasi terhadap hunian liar di sepanjang rel kereta seperti warga bantaran sungai.

Menurut Rudy, pelaksanaan relokasi dirasa lebih murah darpada membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk warga yang tergusur.

“Saya sudah buktikan, warga bantaran sungai lebih memilih dibelikan tanah dan rumah daripada dipindah ke rusun,” ujar dia.

Adapun proyek kereta-bandara merupakan proyek Kementerian Perhubungan dengan anggaran dana sebesar Rp 900 miliar dari Pemerintah Pusat.  (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved