Perusahaan Taksi Solo Siap Lakukan Demo Lanjutan di Kantor Gubernur Jateng

Apabila pengunjuk rasa tak dapat bertemu dengan Gubernur, maka akan ada aksi yang lebih besar lagi di kemudian hari

Perusahaan Taksi Solo Siap Lakukan Demo Lanjutan di Kantor Gubernur Jateng
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ketua Bantai Solo Raya, Pramono saat diwawancarai di kantor Organda Solo, Selasa (5/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – 7 perusahaan taksi Solo siap turun ke jalan untuk melakukan demo penolakan keberadaan taksi pelat hitam di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (7/9/2017) mendatang.

Aksi gabungan Barisan Anti Angkutan Ilegal (Bantai) Solo Raya tersebut akan melibatkan 700 sopir taksi konvensional.

Mereka akan menyuarakan penolakan putusan MA mencabut Permenhub 26 tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Ketua Bantai Solo Raya, Pramono mengatakan, awalnya hanya ada sekitar 140 orang perwakilan yang bergabung dalam aksi demo.

"Para supir taksi ini ingin berjuang karena mereka selama ini jengkel dengan angkutan ilegal plat hitam ini. Putusan MA terakhir juga mencabut aturan taksi online, tambah jengkel mereka," ujarnya, Selasa (5/9/2017) siang.

Di Semarang, para pengunjuk rasa itu akan bergabung dengan perwakilan sopir taksi konvensional se-Jawa Tengah.

"Dari Semarang, Salatiga, Magelang, Tegal, Pekalongan, Kudus, Kendal dan lainnya juga datang. Jumlah sementara 1.200 sopir yang datang, kemungkinan lebih," katanya.

Skema demo hampir sama dengan yang pernah dilakukan di Solo pada Juli lalu yaitu setelah menyampaikan orasi, massa aksi berniat beraudiensi dengan pejabat pemerintah.

Apabila pengunjuk rasa tak dapat bertemu dengan Gubernur, maka akan ada aksi yang lebih besar lagi di kemudian hari. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved