Gubernur Kalimantan Tengah Rela Keluarkan Rp 10 Juta dari Kantong untuk Guru Honorer

Dia hanya menyebut, sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, seharusnya masalah pembayaran insentif pegawai tak tertunda.

Gubernur Kalimantan Tengah Rela Keluarkan Rp 10 Juta dari Kantong untuk Guru Honorer
(Kompas.com/Budi Baskoro)
Berpeci dan baju warna warni, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran berdialog dengan sejumlah guru SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kamis 

TRIBUNSOLO.COM - Saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kamis (14/9/2017), Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menerima keluhan dari sejumlahguru honorer yang dana insentifnya belum cair sejak Januari 2017.

Spontan, gubernur yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha itu menelepon pihak terkait anggaran dan mendapat penjelasan.

Dana itu akan cair melalui anggaran perubahan tahun ini.

Dia lantas mengeluarkan segopok uang pribadinya senilai Rp 10 juta untuk dibagikan pada 10 para guru honorer di salah satu SMA favorit di Kalimantan Tengah itu.

"Ini buat yang guru honorer saja ya," kata Sugianto.

Gubernur yang memang dikenal dermawan ini mengelak menjawab pertanyaan masalah keterlambatan ini terkait aturan pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan SMA/SMK ke pemerintah provinsi.

"Saya tahu ini urusan provinsi, siapa yang bilang kabupaten," kata dia.

Dia hanya menyebut, sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, seharusnya masalah pembayaran insentif pegawai tak tertunda.

"Kita itu pembayaran guru honor saja terlambat, padahal kaya. Kaya sumber daya, tapi miskin. Mestinya, kalau melihat sumber daya alam, tiap bulan bisa bayar guru honorer, perawat, bidan," ujar mantan anggota DPR-RI periode 2009-2014 ini.

 
Dia menegaskan, pihaknya fokus membuat kebijakan untuk menambah pundi-pundi daerah agar mampu membiayai kebutuhan pembangunan, termasuk honor pegawai.

Halaman
12
Editor: Rifatun Nadhiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved