Breaking News:

​Tim USB Surakarta Latih Peternak Lele di Boyolali Manfaatkan Limbah Ayam Jadi Pelet

“Jika bisa menekan harga pakan maka keuntungan pembudidaya ikan juga akan meningkat,” imbuhnya.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pendampingan pembuatan pelet untuk pakan lele dari limbah ayam oleh dosen USB Surakarta di Boyolali.​ 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -  Tim dari Universitas Setia Budi (USB) Surakarta yakni Guruh Sri Pamungkas, S.Pt., M.Si., bersama 2 dosen USB lain yakni Dian Kresnadipayana, S.Si, M.Si. dan Tri Mulyowati, SKM., M.Sc., melatih peternak lele di Desa Doplang, Teras, Boyolali untuk memanfaatkan limbah kotoran ayam menjadi pelet atau pakan lele.

Kegiatan pengabdian yang berlangsung Bulan Agustus tersebut melibatkan 2 mitra, kelompok budidaya ikan lele Mina Usaha Tani dan Kelompok Ternak Ayam Petelur Mulya Jaya.

Ketua Tim Pengabdian, Guruh Sri Pamungkas, S.Pt., M.Si., mengungkapkan bahwa kelompok Mina Usaha Tani adalah pembudidaya lele andalan Jawa Tengah dan DIY.

“Panennya per harinya bisa mencapai 5-7 ton dan 100% terserap oleh pasar, namun dalam proses budidaya,  80 % pengeluaran berasal dari pakan,” jelasnya, Sabtu(16/9/2017).

“Jika bisa menekan harga pakan maka keuntungan pembudidaya ikan juga akan meningkat,” imbuhnya.

Di sisi lain, di Desa Doplang, Teras, Boyolali juga terdapat Kelompok Ternak Ayam Petelur Mulya Jaya menghasilkan limbah kotoran ayam yang cukup banyak.

Selain menjadi sumber penyakit bagi ternak itu sendiri, limbah kotoran ayam juga menjadi pencemar udara yang bisa mengganggu pernafasan.

“Jadi kami melihat perlu ada pengelolaan limbah kotoran ayam agar tidak menjadi pencemaran lingkungan,” kata Guruh.

Dua potensi tersebut yang memacu tim USB untuk melakukan kegiatan alih teknologi pembuatan pakan ikan lele dari limbah kotoran ayam.

Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok tentang bahan pakan, formulasi pakan, analisa pakan secara sederhana, penanganan limbah (dampak kotoran yang dibiarkan) dan pemanfaatan limbah kotoran sebagai bahan pakan ikan lele.

Menurut Guruh, melalui alih teknologi tersebut, kelompok pembudidaya ikal lele bisa memperoleh pakan murah dan berkualitas.

“Murah karena bahan baku berasal dari Kelompok Peternak Ayam Mulya Jaya yang selama ini limbahnya hanya dibuang dan menjadi pencemaran lingkungan baik udara maupun air,” katanya.

Serta tetap berkualitas karena tetap mempertimbangkan aspek kandungan nutrisi dari bahan yang akan dipakai dalam formulasi pakan.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved