Datang dari Sragen, Nenek Ini Berebut Air Sisa Jamasan Pusaka Mangkunegaran, untuk Apa?
Adapun, air sisa jamasan pusaka dipercaya mendatangkan berkah bagi siapapun yang mendapatkannya
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tradisi peringatan Malam 1 Muharram di Pura Mangkunegaran Solo dihadiri ribuan warga, Rabu (20/9/2017) malam.
Selain menyaksikan tradisi Jawa, warga juga menyempatkan hadir dengan tujuan mendapat berkah dan rezeki.
Seperti yang dilakukan oleh Nenek Karsi, begitu sapaan akrab Karsini, warga Masaran, Sragen, dijumpai TribunSolo.com, usai berebut sia air jamasan pusaka.
Karsi mengungkapkan, setiap tahun selalu datang menyempatkan waktu mengikuti peringatan Malam 1 Muharram di Mangkunegaran.
"Ke sini (peringatan Malam 1 Sura) untuk mencari berkah dan rejeki," kata nenek 66 tahun.
Adapun, air sisa jamasan pusaka dipercaya mendatangkan berkah bagi siapapun yang mendapatkannya.
Sejumlah warga percaya, air sisa jamasan pusaka tersebut istimewa karena digunakan untuk memandikan pusaka.
"Kalau air ini saya percayai untuk membersihkan wajah, biar segar waras dan awet muda," kata dia kemudian tertawa.
Karsi menerangkan, tradisi leluhur memang harus dibudayakan sebagai kebanggan.
Ia pun rela berdesakkan dengan warga lainnya untuk mendapatkan sebotol air sisa jamasan pusaka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/malam-1-muharram_20170921_110243.jpg)