Breaking News:

Sulitnya Mengungkap Motif di Balik Penembakan di Las Vegas

Sang penembak yang tewas itu tak memiliki catatan kriminal atau kecenderungan politik ekstrem.

Editor: Daryono
VIA RT
Massa penonton konser berlarian saat mendengar suara rentetan tembakan dari lantai 32 Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat 

TRIBUNSOLO.COM, LAS VEGAS -  Sang penembak yang tewas itu tak memiliki catatan kriminal atau kecenderungan politik ekstrem.

Jelas itu tak sesuai dengan klaim kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

Tentu saja insiden itu meninggalkan misteri besar, terutama apa motif pembunuhan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS) itu, seperti dilaporkan BBC.

CIA, FBI, dan polisi Las Vegas, hingga Selasa (3/10/2017), masih bekerja keras untuk menemukan apa motif di balik pembunuhan massal yang menyebabkan 59 orang tewas dan 527 lainnya cedera dalam konser musik country di Las Vegas itu.

Baca: Inilah Foto Stephen Paddock, Pelaku Penembakan di Las Vegas yang Tewaskan 50 Orang Lebih

Stephen Paddock (64), pelaku, melepaskan tembakan dari lantai 32 hotel Mandalay Bay ke arah kerumunan pengunjung festival musik di lapangan di seberang hotel itu, Minggu (1/10/2017) malam.

Menurut CNN, polisi telah menemukan 23 pucuk senjata di dalam kamar hotel Mandalay Bay, tempat Paddock menginap dan melepaskan tembakan.

Polisi juga menemukan 19 pucuk lagi di rumah Paddock di Mesquite, Nevada.

Namun, sejauh ini tidak juga ditemukan alasan yang jelas untuk pembunuhan tersebut.

Polisi masih bingung.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved