Mengais Rezeki dari Bunga Kamboja di TPU Pracimaloyo Kartasura

Beberapa mereka, memanen bunga kamboja di areal makam lalu mengeringkannya.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/AULYA HUSNA
Dua orang warga sedang melintasi area Makam Pracimaloyo, Sukoharjo, Rabu (4/10/2017). 

TRIBUNSOLO, SUKOHARJO - Pemakaman atau kuburan tak selalu identik dengan kesan menyeramkan atau angker.

Salah satu contohnya adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimaloyo di Sukoharjo ini.

Pemakaman Pracimaloyo yang terletak di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, ini menyajikan panorama indah di sekitar areal kuburan lewat pohon kamboja di sekelilingnya.

Saat ini waktu yang tepat untuk menyaksikan pemandangan indah di TPU Pracimaloyo.

Sebab, pohon kamboja tengah berbunga dengan indahnya.

Lebatnya bunga kamboja juga membuat area pemakaman barbau wangi.

Pohon kamboja di Makam Pracimaloyo tengah berbunga lebat, Sukoharjo, Rabu (4/10/2017)
Pohon kamboja di Makam Pracimaloyo tengah berbunga lebat, Sukoharjo, Rabu (4/10/2017) (TRIBUNSOLO.COM/AULYA HUSNA)

Lantas, siapa yang berinisiatif menanam bunga kamboja di TPU Pracimaloyo?

"Pohon kamboja di makam yang menanam orang sekitar makam, atas permintaan keluarga yang meninggal," kata Hartono (48) seorang pedagang angkringan tak jauh dari area makam.

Menariknya, bunga kamboja di TPU Pracimaloyo ini juga menjadi pundi-pundi uang warga sekitar.

Beberapa mereka, memanen bunga kamboja di areal makam lalu mengeringkannya.

Setelah kering, bunga tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran parfum.

Satu kilogram bunga kamboja kering ini mereka hargai Rp 12.000.

Pracimaloyo termasuk makam terbesar di Solo dan Sukoharjo.(Reporter Magang TribunSolo.com/Syahidah Aulya Husna)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved