Bulan Suro, 16 Pusaka Dijamas di Museum Radya Pustaka

Radya Pustaka memang rutin menggelar jamasan sejumlah koleksi pusaka dari masa Pajajaran, Majapahit, dan Mataram

Bulan Suro, 16 Pusaka Dijamas di Museum Radya Pustaka
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Beberapa pusaka saat dijamas di Museum Radya Pustaka, Solo, Kamis (5/10/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menyambut bulan Jawa Suro, sebanyak 16 pusaka Museum Radya Pustaka dijamas.

Jamasan atau pencucian pusaka tersebut dilakukan di Museum Radya Pustaka.

"Total Pusaka yang dijamas 16 pusaka, ada 4 mata tombak, keris 9 dan 2 wedung dan alat pertanian," kata Juru Pelihara Museum Radya Pustaka, Setyo Triono Kamis (5/10/2017) siang.

Radya Pustaka memang rutin menggelar jamasan sejumlah koleksi pusaka dari masa Pajajaran, Majapahit, dan Mataram.

Jamasan pusaka ini untuk membersihkan pusaka-pusaka yang menjadi koleksi museum sekaligus menandai penanggalan dalam budaya Jawa yaitu bulan Sura.

"Jamasannya direndam dulu dengan air kelapa dan karet, dibersihkan dari minyak-minyaknya, pembersihan dengan karat digosok dengan jeruk nipis sama abu," ujarnya.

Setelah dibersihkan keris lalu dikeringkan dan diwarangi.

Diwarangi artinya dilumuri warangan atau larutan beracun.

Sebelumnya, keris sudah lebih dulu direndam dengan kelapa dan buah pace selama 3-4 hari.

Selain jamasan, peringatan bulan Suro ini juga diadakan Pentas Seni Bulan Suro di Museum Radya Pustaka malam nanti, Kamis (5/10/2017) malam.

Acara yang akan dihadirkan antara lain Nabuh gamelan, bedah naskah dan pentas musik keroncong. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved